Senin, 20 Maret 2017 08:34 WIB

Menyelam Sambil Minum





Oleh: KH A Mustifa Bisri

Tidak jelas benar, manakah yang lebih dulu menjadi profesinya: tabligh atau menyewakan pengeras suara. Orang-orang hanya tau dialah muballigh, yang sekaligus menyewakan suara. Mungkin berdasarkan pertimbangan kepraktisan, ternyata banyak juga yang mengundangnya untuk mengisi pengajian, terutama dalam rangka walimah pengantin atau khitanan.

Syahdan, dalam suatu kesempatan acara pengajian Isra Mi’raj, karena pembatunya kebetulan sakit, tokoh kita sendiri yang datang mempersiapkan dan memasang peralatan pengeras suara, sebelum nantinya beliau menggunakannya untuk berceramah.

Malamnya, ketika tokoh kita sudah di atas podium dan sedang bercerita kepada hadirin pengajian tentang perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw. dilihatnya beberapa anak sedang bermain-main di dekat peralatan sound-system-nya. Maka di sela-sela kisah Isra Mi’rajnyam disempatkannya juga memperingatkan anak-anak itu.

“Ketika sampai ke langit kelima, ada yang bertanya, ‘siapa itu?’ Malaikat Jibril menjawab, ‘Aku, Jibril’... Hei kamu anak-anak, jangan bermain-main dengan peralatan itu, nanti terganggu pengeras suaranya!”
Habis memperingatkan anak-anak, muballigh kita meneruskan ceramahnya, “Malaikat Jibril ditanya lagi, ‘kau datang dengan siapa?’ Malaikat Jibril menjawab, ‘Dengan Muhammad!’ .. (tiba-tiba pengeras suara berdengung). Ya aku bilang apa; jangan bermain-main dengan peralatan itu! Maaf para hadirin, ada gangguan sedikit.” Dan dai kita pun turun dari mimbar untuk mengusir anak-anak dan memperbaiki peralatan pengeras suaranya.

Baru tak lama kemudian naik lagi untuk melanjutkan ceramahnya.