Kamis, 23 Februari 2017 08:17 WIB

Nikah Setelah Hamil

Oleh Abd Karim - Desa Somogde, Banyumas

Mohon tanya Pak Kiai. 


Saya mempunyai saudara, sebelum menikah secara resmi di hadapan penghulu, telah hamil 2 bulan. 

Pertanyaannya: 

1. Bagaimana status anak yang ada dalam kandungan tersebut? 

2. Apakah saudara saya wajib mengulang pernikahannya setelah si anak lahir? 

Mohon dengan sangat pertanyaan ini dijawab dengan sejelas-jelasnya; sebab pernikahan ini untuk selama-lamanya.

Jawaban

Sah atau tidak pernikahan yang Mas Abd Karim tanyakan, saya jawab: nikahnya sah. Namun menurut sementara ulama akan lebih baik lagi, jika setelah si jabang bayi lahir, dilaksanakan nikah ulang.


Tinggal soal status si anak; menurut kesepakatan ulama, dalam kasus seperti itu, si anak tetap anak zina. Artinya anak yang lahir di luar nikah. Terhadap lelaki yang menyebabkan kelahirannya, si anak itu tidak ada hubungan ayah-anak; si lelaki terhadap si anak tidak mempunyai hak ke-ayah-an; dan mereka berdua tidak bisa saling mewarisi.

Berbeda dengan ibu yang melahirkan, si ibu berhak atas segala hak keibuan seperti hak diperlakukan dengan baik, nafkah, dan hukum-hukum untuk ibu lainnya. Dan antara si anak dan ibunya ini bisa saling mewarisi. (Lihat Ensiklopedia Ijmak, ha. 477 dan 820).

Wallaahu 'Alam.