Sabtu, 04 Maret 2017 17:46 WIB

Kain Kafan Adat

Oleh Ronggo S

Tanya: 


Ada yang meninggal tidak dikafani seperti biasa, tapi diberi pakaian adat. Bagaimana hukumnya? Sahkah pemakamannya? 

Terimakasih atas penjelasannya.

Jawaban

Jawab:

Bapak K. Ronggo S yang terhormat, saya langsung menjawab saja ya!
Seperti kita ketahui, kata kafan berasal dari bahasa Arab yang mempunyai kata kerja kafana-yakfinu atau kaffana-yukaffinu yang berarti menutup, menutupi, atau membungkus. Kafan adalah kain pembungkus orang yang meninggal (jenazah, mayat).

Orang Islam yang meninggal, sesudah dimandikan dan sebelum disalati dan dikebumikan, wajib dikafani. Ketentuan kafan (kain pembungkus) minimal adalah selembar kain yang menutupi seluruh tubuh. Menurut Jumhur Ulama, berdasarkan beberapa hadis, terutama hadis yang diriwayatkan dari Aisyah r.a. afdhalnya: tiga lapis kain putih (seperti umumnya dilakukan umat Islam sampai sekarang ini).

Mengkafani mayat dengan pakaian adat, berdasarkan keterangan di atas, boleh-boleh saja asa menutupi seluruh tubuh atau setelah pakaian adat itu disempurnakan –atau dilapisi lagi- dengan kain yang menutup seluruh tubuh. Namun tentu saja yang terbaik ya yang sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw. seperti yang biasa itu lah. 

Wallahu A’lam.