Membuka Warung Saat Puasa

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 


Gus perkenalkan saya Rike. Saya ingin menanyakan tentang masalah membuka warung pada saat puasa, Gus. Kemarin sempat santer berita razia warung pada saat bulan puasa. Banyak opini bahkan beserta dalil-dalil yang saya sendiri tidak tahu itu benar atau tidak dan saat saya search di Google juga jawabannya kurang memuaskan nurani saya. 

Gus Mus, bukankah semua perbuatan itu tergantung dengan niat? Salahkah bila seseorang membantu orang lain yang tidak berpuasa entah karena non-muslim, ataupun yang berhalangan? termasuk menyuguhkan minuman kepada seorang tamu non-muslim? Bukankah kita diajarkan menghormati tamu? Atau itu hanya berlaku sesama muslim saja? Bahkan seseorang pernah masuk Surga hanya karena memberikan minum pada anjing yang kehausan. 

Apakah manusia yang berbeda kepercayaannya dengan kita lebih rendah dari anjing? Kembali kepada warung Gus, saya banyak membaca bahwa itu tidak diperbolehkan karena membantu mereka melakukan maksiat. Bukankah niat itu hanya Allah dan makhluknya yang tahu, Gus. Bahkan dosa dan pahala bukankah masuk dalam ranah kekuasaan Allah? Tapi kenapa banyak yang mengatakan bahwa itu berdosa? sekali lagi saya merasa nurani saya terusik. 

Saya merasa bahwa Islam itu agama yang paling sempurna, yang paling enak, dan banyak mengajarkan kasih sayang, tapi kenapa malah yang terjadi seakan menunjukkan bahwa seorang muslim itu sempit jalan berpikirnya? Gus, saya mohon jawabannya. Apakah memang saya yang terlalu naif dan begitu bodoh dalam hal agama? apa nurani saya salah berpikir demikian? sekiranya ada artikel yang sudah pernah Gus Mus tuliskan untuk permasalahan ini, apa boleh saya minta bantuan untuk link-nya? terimakasih atas perhatiannya, Gus Mus. Semoga berkenan membantu saya.

Selengkapnya

Hamil

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 


Sugeng dalu romo kiai, ngapunten sampun merepoti romo kiai. Dalem puguh saking kediri, kiai dalem ajenge nyuwun barokah doa damel jabang bayi ingkang tasek di kandut kaliyan garwa dalem, semugi dados anak ingkang sholeh/sholehah, toat kaleh Gusti Allah, Kanjeng Nabi Muhammad Saw, Guru, kaleh bapak ibunipun, bermanfaat bagi agama bangsa kaliyan negara, sakderengipun dalem matur sembah nuwun ingkang katah, ngapunten menawi dalem gadah lepat. 

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selengkapnya

Dosa Kepada Nenek

Bagaimana caranya meminta maaf kepada nenek yang sudah meninggal?

Selengkapnya
Kirim Pertanyaan