Petunjuk Pemanfaatan Website
Agenda Buku Tamu
F.A.Q » Frequently Asked Question
Kembali ke halaman depan
Halaman Utama Percik » Kata-kata Mutiara Telaga » Kajian Tasawuf dan Tafsir Gemericik » Humor ala Gus Mus Embun » Budaya Teratai » Kisah Ringan Teladan Tepian » Komentar atas Berita dan Tulisan Rumput » Dunia Santri Gerimis » Doa-doa Tunas » Kiprah Pemuda Muara » Catatan Kritis dan Analisis Aktual
« September 2010 »
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    

PERCIK » Kata-kata Mutiara
»Mengintip Keindahan Hati (2 Agustus 2010 18:49:34)
»Gamang (20 April 2010 12:24:51)

TELAGA » Kajian Tasawuf dan Tafsir
»Bahasa Geram (18 Juni 2010 14:00:10)
»Dakwah vs Menakut-nakuti (21 April 2010 13:23:57)

GEMERICIK » Humor ala Gus Mus
»Kecap dan Jeruk Nipis (4 Mei 2010 12:08:39)
»"Ora Usah Melu Macam-macam" (7 Desember 2009 13:04:04)

EMBUN » Budaya
»berita-derita (30 Juli 2010 17:09:36)
»? (8 Juni 2010 12:26:19)

TERATAI » Kisah Ringan Teladan
»Iwan Fals Kagumi Gus Mus (5 Juli 2010 23:02:53)
»Prof. Dr. Mahmud MD, Bercermin pada Wafatnya Gus Dur (4 Mei 2010 12:14:35)

TEPIAN » Komentar atas Berita dan Tulisan
»Membaca Jejak Kontemplasi Gus Mus (28 Agustus 2010 13:16:13)
»Gus Mus: Idham Chalid Bapak Politik NU (13 Juli 2010 09:23:04)

RUMPUT » Dunia Santri
»Maulana Abdulmalik Israel: Yahudi Penyebar Islam Tanah Jawa (4 Mei 2010 12:03:01)
»KH ZAINUL ARIFIN; Mengenang Seabad Sang Wakil Perdana Menteri (14 Nopember 2009 10:09:40)

GERIMIS » Doa-doa
»DOA IJAZAH RASULULLAH SAW KEPADA SHAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIEQ R.A. (30 Nopember 2008 08:31:08)
»Doa Ma'tsurat (16 Agustus 2008 11:39:51)

TUNAS » Kiprah Pemuda
»Pengkaderan Tunas Muda NU Yang Mengkhawatirkan (Sebuah Usulan Untuk Muktamar NU) (16 Februari 2010 00:38:20)
»Pesantren Kilat MataAir Sukses Masuk PTN 2009: "From Pesantren to PTN" (28 Januari 2010 07:03:25)

MATA AIR » Napak Tilas
»NU dan Garasinya (15 Maret 2010 20:14:41)
»FID-DUNYA HASANAH WAFIL-AKHIRATI HASANAH (16 Nopember 2009 10:17:04)

MUARA » Catatan Kritis dan Analisis Aktual
»Permainan Sepakbola (16 Juni 2010 17:02:26)
»NU Mazhab Revisionis (4 Mei 2010 12:21:08)

Komunitas MataAir menyampaikan tahniah 'Ied kepada Anda semua, "Selamat Hari Raya Fitri 1431, Kullu 'aamin waAntum bikhair" Mohon maaf lahir-batin...
ARUS » Berita Aktual

Gus Dur Berpulang, Bangsa Berduka
2 Januari 2010 11:08:12 | Share

Bangsa tengah berduka sepeninggal KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Presiden RI ke-4 dan Ketua Umum PBNU 1984-1999.   Di berbagai pelosok negeri dipasang bendera setengah tiang dan digelar shalat ghaib dan tahlilan untuk mendoakan Gus Dur.  Tidak hanya umat Islam dan warga NU yang kehilangan Gus Dur, warga non muslim, etnis tionghoa dan para pemimpin dunia pun menyatakan belasungkawa yang dalam.

 

Kepergian Gus Dur di penghujung tahun sangat menggetarkan sanubari bangsa. Air mata tumpah pada saat pemakaman guru bangsa tersebut di Pesantren Tebu Ireng. Berikut kliping media seputar meninggalnya Gus Dur;

Gus Dur Meninggal Dunia
Rabu, 30 Desember 2009 20:06

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun, mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa dikenal Gus Dur telah meninggal dunia pada pukul 18.45 WIB.

Kepala tim dokter yang menangani Gus Dur dr Yusuf Misbah, mengatakan kondisi Gus Dur sebenarnya sempat membaik namun pada Rabu siang tadi, pukul 11 kembali memburuk karena penyakit komplikasi antara diabetes, ginjal, stroke dan jantung.

Pada pukul 18.15 kondisi gus dur dinyatakan kritis dan pada pukul 18.45 dinyatakan meninggal dunia. Mala mini juga, jenazah Gus Dur akan dibawa ke kediamannya di Ciganjur.

Adik Gus Dur, Gus Solah menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan jenazah Mantan Ketua Umum PBNU ini akan dimakamkan dimana karena masih menunggu rapat keluarga, Namun, ada kemungkinan akan dimakamkan di Jombang, tanah kelahirannya. "Kami menunggu keputusan keluarga untuk dimakamkan di mana," tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan, RSCM telah dipenuhi para aktifis, wartawan dan simpatisan Gus Dur. Para pengurus PBNU juga telah tampak hadir melayat. Tampak Lily Wahid, menteri PDT Helmy Faisal, Mudji Sutrisno, dan lainnya. (mkf)

PBNU Serukan Warga NU Lakukan Sholat Ghoib dan Gelar Tahlil
Rabu, 30 Desember 2009 22:25

Guna menghormati Gus Dur sebagai mantan presiden RI dan ketua umum PBNU, KH Hasyim Muzadi menyerukan agar seluruh warga NU menggelar tahlil dan sholat ghoib.

"Saya selaku Ketua PBNU mendahului kemauan keluarga, agar seluruh warga NU melaksanakan sholat gaib dan melakukan tahlil selama tujuh hari dan, baik warga NU di Indonesia maupun di seluruh dunia," kata Hasyim, Jakarta, Rabu (30/12).

Selain itu, ia berharap kesalahan Gus Dur dalam kaitan dengan haqqun adami, atau hak sesama manusia dan mendoakan semoga Allah menganugerahi husnul khotimah

Wafatnya Gus Dur ini menurutnya membuat bangsa Indonesia kehilangan tokoh demokrasi dan humanisme yang berani serta mau mengambil risiko atas keberaniannya

“Dikalangan NU dalam dekade terakhir ini belum ada tokoh sekelas Gus Dur dan beliau telah membawa NU keluar dari eksklusifisme ke wawasan nasional dan internasional,” tandasnya. (mkf)

SBY: Gus Dur Mengabdi Tanpa Pamrih Melalui NU
Kamis, 31 Desember 2009 14:43

Upacara pemakaman kenegaraan untuk KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah diadakan siang ini yang dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gus Dur dimakamkan di komplek pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, tepat di samping makam kakeknya KH Hasyim Asy’ari.

Dalam sambutanya SBY menyampaikan, bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Karena itu pemerintah memberikan penghormatan terakhir kepada Gus Dur melalui upacara kenegaraan.

”Kita semua hadir di sini untuk memberikan penghormatan terakhir melalui upacara kenegaraaan atas jasa-jasa almarhum kepada bangsa,” kata SBY

Menurut SBY, Gus Dur sepanjang hidupnya telah mengabdikan dirinya kepada bangsa Indonesia, terutaa melalui organisasi terbesar Nahdlatul Ulama (NU).

”Sejarah mencatat, sepanjang sejarah hidupnya, Gus Dur telah memberikan pengabdian terbaiknya. Almarhum telah memberikan pengabdian tanpa pamrih terutama melalui organisasi Islam terbesar Nahdlatul Ulama. Gus Dur menjabat ketua umum PBNU selama tiga periode, sejak tahun 1984-1999,” demikian SBY.

SBY menyampaikan, sebagai tokoh beragama Islam Gus Dur telah memberikan inspirasi bagi besar bagi bangsa Indonesia. Pemikiran Gus Dur mengenai keadilan keadamaian dan toleransi sangat dihormati oleh bangsa Indonesia, bahkan seluruh dunia. (nam)

Irwandi: Gus Dur Perintis Perdamaian di Aceh
Kamis, 31 Desember 2009 20:35

Gubernur Provinsi Aceh Irwandi Yusuf menilai sosok Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai perintis perdamaian di Aceh.

"Pemerintah dan masyarakat Aceh turut berbelasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-4 RI itu dan di mata saya Gus Dur adalah sosok perintis perdamaian di Aceh," kata Irwandi Yusuf, di Banda Aceh, Kamis.

Gubernur menyatakan, Gus Dur adalah tokoh yang tidak setuju dengan cara-cara peperangan dalam menyelesaikan konflik di provinsi tersebut.

"Saat menjabat Presiden ke-4 RI, Gus Dur juga melarang terjadinya peperangan dalam penyelesaian konflik di Aceh. Saat adanya gagasan penyelesaian Aceh secara damai, juga mendapat respon positif dari Gus Dur," katanya menjelaskan.

Irwandi juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa-jasa Gus Dur khususnya terhadap perdamaian di Aceh. "Sekali lagi, kami menyampaikan terima kasih dan turut mendoakan agar jasad almarhum Gus Dur mendapat tempat di sisi Allah SWT," kata Irwandi Yusuf.

Sementara itu, Ketua PW Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Aceh Tgk Faisal Aly mengimbau masyarakat Muslim agar melaksanakan shalat ghaib atas meninggalnya Abdurrahman Wahid.

"Kami mengimbau masyarakat Muslim melaksanakan shalat ghaib atas meninggalnya Abdurrahman Wahid. Pelaksanaan shalat sunnat ghaib tersebut dapat dilaksanakan setelah shalat wajib berjamaah di meunasah (mushalla) dan masjid-masjid di Aceh," katanya.

Ia menilai, selain pemimpinan bangsa, Gus Dur adalah sosok ulama yang telah banyak memberikan konstribusi bagi negara, bangsa dan khususnya umat Islam.

"Kita kehilangan bapak bangsa yang juga seorang ulama. Meninggalnya Gus Dur berarti kehilangan bagi semua," tambahnya.

Di pihak lain, Faisal Aly mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk memaafkan Gus Dur, jika memang selama hidup atau saat menjadi Presiden ke-4 RI ada perbuatan atau perkataan dia yang menyinggung perasaan warga di daerah berjuluk Serambi Mekah itu. (ant/mad)

Hasyim: Banyak Orang Melupakan Jasa Gus Dur
Kamis, 31 Desember 2009 21:29

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan, banyak orang selama ini yang telah melupakan jasa-jasa mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Sebagai manusia biasa, Gus Dur pasti punya kelemahan. Secara fisik, kesehatan, dan lingkungan, beliau punya keterbatasan. Kelemahan ini yang banyak dieksploitasi banyak orang sehingga seakan-akan Gus Dur tidak ada jasa-jasanya terhadap bangsa ini," katanya saat ditemui usai pemakaman Gus Dur di Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Cukir, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis.

Padahal menurut dia, Gus Dur telah meletakkan dasar-dasar dan wawasan kebangsaan dan kemanusiaan, persis pada saat Nahdlatul Ulama (NU) menggelar muktamar di Situbondo, Jatim pada 1984.

"Saat itu rezim Orba (Orde Baru) sedang kencang-kencangnya melakukan sentralisasi ideologi, tapi Gus Dur tetap melakukan gerakan-gerakan demokratisasi. Nah, itu penuh risiko, tapi akhirnya berhasil. Setelah berhasil, pemikiran Gus Dur itu diejawantahkan dalam aturan perundangan-undangan negara sehingga yang pemerintah sekarang tinggal enaknya saja melaksanakannya," kata Hasyim.

Sayangnya, dalam dunia politik, lanjut dia, tidak mengenang jasa sehingga yang menonjol adalah kelemahan-kelemahan yang ada pada diri Gus Dur. "Itulah masalahnya. Memang ketika beliau sakit, kondisi fisiknya terbatas dan emosinya tidak terkendali, tentu saja ada penurunan kualitas perjuangan Gus Dur. Tetapi itu harus dimaklumi karena Gus Dur juga manusia biasa," katanya menambahkan.

Ia berharap kepada para penerus Gus Dur, terutama kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)--sebagai parpol yang kelahirannya dibidani Gus Dur dan sejumlah ulama khosh--mampu menggali ide-ide dasar yang dikembangkan Gus Dur.

"Kelebihan Gus Dur terletak pada ide-ide dasar, tapi dalam melaksanakannya beliau banyak memiliki keterbatasan. Maka yang terpenting adalah para penerusnya bisa melanjutkan dan mengemas ide dasar Gus Dur itu lalu mengimplementasikannya sesuai dengan dinamika yang ada," katanya.

Hanya saja dia mengingatkan, hal itu tidak bisa dilakukan secara individu. "Itu harus dilakukan secara kolektif. Tidak bisa diserahkan pada satu orang karena susah mencari sosok karismatik seperti Gus Dur. Yang bisa dilakukan sekarang ini adalah membuat sistem manajemen yang berkharisma," kata Hasyim.

Dalam kesempatan itu, dia menyerukan kepada warga nahdliyin untuk menggelar tahlilan, membaca Alquran, dan terus mendoakan Gus Dur agar mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw. "Ini merupakan penghargaan terhadap masa depan Gus Dur di alam `barzah` (kubur)," katanya.

Hasyim berpendapat, pengibaran bendera Merah-Putih setengah tiang dan upacara kenegaraan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di PP Tebuireng merupakan bentuk penghargaan terhadap masa lalu Gus Dur.

"Akan tetapi yang perlu diingat, bendera setengah tiang dan bentuk penghormatan lainnya itu tidak diperlukan oleh Munkar dan Nakir (dua malaikat yang bertugas memberikan pertanyaan kepada setiap manusia di alam kubur)," katanya. (ant/mad)

Jepang dan AS Sampaikan Belasungkawa
Kamis, 31 Desember 2009 23:38

Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 30 Desember 2009.

Siaran Pers Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Kamis, menyatakan, pernyataan belasungkawa dari Jepang disampaikan oleh Perdana Menteri Yukio Hatoyama dan Menteri Luar Negeri Katsuya Okada.

"Mantan Presiden Abdurrahman Wahid adalah seorang pemimpin yang memiliki jiwa besar dan telah mendorong proses reformasi di Indonesia dalam berbagai bidang dan telah berjasa dalam meningkatkan hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia," kata Hatoyama.

Atas nama pemerintah dan rakyat Jepang, Hatoyama menyampaikan perhormatan yang setinggi-tingginya atas jasa-jasa Gus Dur. Sedangkan Okada mengatakan, Jepang akan senantiasa mengingat jasa besar Gus Dur dalam menjalankan reformasi bidang politik, pendidikan, sosial dan budaya di Indonesia.

Kedutaan Besar AS di Jakarta dalam siaran persnya juga menyatakan rasa belasungkawa. Dubes AS Cameron R Hume mengatakan, Indonesia telah kehilangan seorang pemimpin yang inspiratif dan seorang pejuang kemanusiaan.

"Gus Dur memiliki banyak pengagum di AS dan Beliau akan selalu dikenang atas kelembutan hati, sikap toleransi, penghormatan hak asasi dan memiliki komitmen kuat terhadap demokrasi," kata Hume. Gus Dur, katanya, semasa hidup memainkan peran penting dalam kebangkitan masyarakat madani di Indonesia. (ant/mad)

Pergantian Tahun, KBRI Moskow Prioritaskan Hormati Gus Dur
Jumat, 1 Januari 2010 01:08

Pergantian tahun menjelang. Di mana-mana orang sudah siap merayakan. Tapi KBRI Moskow memilih untuk memprioritaskan penghormatan kepada K.H. Abdurrahman Wahid, mantan presiden RI.

"Tolong prioritaskan di akhir tahun ini untuk penghormatan kepada almarhum,” demikian perintah Kuasa Usaha Ad Interim Agus Sriyono dalam arahannya, yang dikirimkan ke media, Kamis (31/12).

Arahan tersebut disampaikan Agus dalam rapat mendadak, yang digelar langsung begitu dia menerima kabar tokoh yang populer dengan sapaan Gus Dur itu telah wafat, Rabu malam.

Malam itu juga, menurut Konselor M. Aji Surya, beragam persiapan dilakukan dengan cepat, dimulai dengan mencetak foto almarhum, mengatur ruangan serta hal-hal terkait lainnya.

"Semua persiapan umum harus diselesaikan malam itu dan detil teknis harus sudah selesai pada pagi berikutnya menjelang pukul 10.00," papar Aji.

Wakil Negara Sahabat

Kamis, 31/12/2009. KBRI Moskow resmi membuka buku belasungkawa selama 3 hari. Sejak pukul 11.00 waktu setempat, di bawah cengkeraman temperatur -7oC dan salju sangat lebat, tamu yang ingin mengucapkan belasungkawa mulai berdatangan.

KUAI beserta pejabat KBRI yang berpakaian serba hitam mempersilakan mereka untuk mengisi buku belasungkawa.

Wakil dari Kedubes Vietnam di Moskow menuturkan betapa besar peranan Gus Dur dalam membangun kehidupan harmonis. "Beliau telah berkontribusi besar dalam mempererat hubungan antara Vietnam dan Indonesia dalam banyak bidang," tulis Charge de Affaires Kedubes Vietnam Nguyen Ngoe Bint dalam buku duka.

Hal sama juga diakui dan diungkapkan oleh Duta Besar Republik Mali untuk Federasi Rusia, Y.M. Amen.

Menurut rencana hari pertama buku belasungkawa untuk Gus Dur akan ditutup pada pukul 17.00 waktu Moskow. Kemudian baru akan dimulai lagi pada 11-12/1/2010.

Hal itu mengingat tanggal 1-10 Januari adalah hari libur nasional Rusia di mana banyak orang mengambil cuti dan keluar kota. Di samping itu, Hari Raya Natal untuk mayoritas penduduk Rusia, Kristen Ortodoks, akan jatuh pada 7/1/2010.

"Karena itu kita harus memberikan kesempatan bagi mereka yang akan mengucapkan kata duka, baik pada hari ini 31 Desember maupun setelah liburan," demikian Agus Sriyono. (mad)

Umat Khonghuchu Berdoa untuk Gus Dur
Jumat, 1 Januari 2010 08:03

Menyusul wafatnya Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur umat Khonghuchu yang tergabung dalam Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Tegal menggelar doa bersama. Doa ini dilakukan sebagai bentuk bela sungkawa sekaligus mendoakan arwah bagi tokoh yang dianggap berjasa itu.

Doa bersama berlangsung di kantor Makin Jalan Gurame Tegal, dipimpin pemuka agama Khonghuchu, Suwanto. Puluhan umat Khonghuchu kota bahari ini terlihat khusyuk memanjatkan doa agar arwah Gus Dur diterima di sisi Tuhan. Sejak sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (30/12) kemarin, umat Khonghucu Kota Tegal berbondong-bondong mendatangi kantor Makin.

Ketua Makin Kota Tegal, Gyong-gyong mengungkapkan, umat Khonghuchu sangat kehilangan sosok Gus Dur yang selama ini getol memperjuangkan keadilan terutama bagi warga keturunan etnis Tionghoa. “Kami sangat berduka dan kehilangan sekali atas meninggalnya Gus Dur. Mudah-mudahan Tuhan menerima semua amal kebaikan Gus Dur,” katanya.

Menurutnya, dia bersama rekan-rekan umat Khonghuchu bisa beribadah dengan kusyu atas jasa Gus Dur. "Tuhan rupanya telah mengirimkan Bapak bangsa itu, untuk melepaskan belenggu kebebasan beribadah bagi umat kami, terima kasih Gus Dur," ucapnya terbata-terbata dengan sisipan bahasa mandarin.

Bagi Gyong-gyong, sosok Gus Dur sangat istimewa di mata umat Khonghuchu, sebab cucu pendiri NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, merupakan orang yang pertama kali menghapuskan peraturan larangan perayaan Tahun Baru Imlek.

“Banyak tokoh lain yang selama ini mengayomi kami, tapi Gus Dur bagi kami sangat istimewa. Dia (Gus Dur) merupakan yang pertama menghapus larangan perayaan Imlek dan mengakui agama Khonghuchu,” terangnya.

Aksi doa bersama ini, lagi kata Gyong-gyong dilakukan spontanitas oleh warga Khonghuchu sebagai wujud bela sungkawa atas kepergian guru bangsa sekaligus pejuang demokrasi. (was)

Gus Dur Ingin Gus Mus Jadi Rais Aam PBNU
Jumat, 1 Januari 2010 08:27

Banyak cerita terungkap setelah Gus Dur meninggal. Selain soal kehidupan sehari-harinya yang luar biasa, Gus Dur juga masih punya mimpi soal kejayaan NU di tahun-tahun mendatang.

Dalam beberapa kesempatan, Gus Dur mengungkapkan keinginannya soal posisi Rais Aam PBNU (semacam dewan syuro PKB). Gus Dur ingin posisi Rais Aam yang saat ini diduduki KH Sahal Mahfud yang kabarnya tidak mau dipilih kembali, dapat dilanjutkan oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

"Beberapa kali saya bertemu beliau sebelum wafat, beliau bercerita secara terbuka soal keinginanya agar Gus Mus menjadi Rais Aam PBNU. Ini mungkin termasuk wasiat beliau," kata salah satu orang dekat Gus Dur, Imam Mudzakkir kepada detikcom, Kamis (31/12).

Gus Mus yang memang teman dekat Gus Dur sejak kecil dan sampai sekarang memiliki jiwa kepemimpinan dan ketokohan yang tidak diragukan. Gus Mus yang dalam prosesi pemakaman Gus Dur didaulat membacakan doa dari pihak keluarga juga mempunyai kredibilitas yang kapabilitas yang tak perlu diragukan lagi.

"Gus Dur bilang, kalau Gus Mus jadi Rais Aam dan saya ketua dewan syuro, luar biasa mas nanti kita. Siapa yang tidak kenal kita," papar Imam menirukan Gus Dur.

Mudzakkir pun menceritakan maksud Gus Dur bersilaturahmi ke Rembang seminggu sebelum wafatnya. Selain menebus rasa kangen dengan sahabat sejatinya itu, kehadiran Gus Dur ke kediaman Gus Mus karena ingin menegaskan agar Gus Mus mau menjadi Rais Aam Syuriah PBNU.

Muhammadiyah Mengaku Kehilangan Sosok Gus Dur
Jumat, 1 Januari 2010 10:57

Pimpinan Daerah (PD) Muhammadyah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), merasa kehilangan atas wafatnya KH Abdurahman Wahid sebagai tokoh Islam.

Ketua PD Muhammadyah Kabupaten Bekasi, Abdul Haris, di Cikarang, Kamis, mengatakan pihaknya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian itu.

"Lepas dari kontroversi sosok almarhum semasa hidup di tengah masyarakat, namun kami sangat menghormatinya sebagai tokoh Islam," ujarnya.

Menurut Haris, kepemimpinan KH Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur dinilai berhasil mengembangkan ajaran Islam melalui organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini menjadi salah satu organisasi terbesar di Indonesia.

"Keberhasilan Gus Dur dalam membangun kaderisasi NU kami apresiasi. Buktinya, ada banyak sekali cabang-cabang NU yang saat ini berhasil terbina dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, ketika disinggung terkait imbauan Presiden SBY kepada masyarakat untuk memasang bendera setengah tiang sebagai visualisasi duka cita atas wafatnya mantan presiden keempat RI itu, Haris menganggap sebagai hal yang wajar.

"Boleh-boleh saja sebab itu adalah urusan duniawi dan saya nilai tidak terlalu berlebihan mengingat sudah banyak hal positif yang diberikan Gus Dur kepada negara ini," katanya.

Secara terpisah, Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi, Munir Abas, menyambut baik ucapan tersebut. "NU dan Muhammadyah merupakan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Saya berharap ke depan hubungan NU dan Muhammadiyah mejadi jauh lebih baik," katanya.

Munir mengatakan, selama ini hubungan internal ke dua organisasi tersebut kerap mejadi pergunjingan di tengah masyarakat. "Namun lepas dari itu semua, tujuan kita satu yakni untuk menyatukan umat muslim tanpa mengenal batas," katanya.(ant/mad)

"Tujuan utama beliau ke Rembang memang kangen-kangenan sama Gus Mus. Karena sudah lama tidak bertemu. Tapi selain itu kabarnya ya untuk meminta Gus Mus jadi Rais Aam," pungkas Imam. (mad)

Kaukus Parlemen Pancasila Desakkan Gelar Pahlawan bagi Gus Dur
Jumat, 1 Januari 2010 22:39

Kaukus Parlemen Pancasila yang dimotori Rike Diah Pitaloka dan Eva KS dari PDI Perjuangan, Bambang Soesetyo dari Fraksi Golkar, Romy dari PPP, Muzani dari Partai Gerindra, dan Akbar Faisal dari Hanura mengusulkan kepada DPR dan pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Selayaknya DPR mengusulkan dan pemrintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur. Mengingat kinerja almarhum Gus Dur dan keberlangsungan ide-ide kebhinnekaan untuk memperkuat NKRI," kata Rieke di Jakarta, Jum'at (1/1).

Menurut Rieke yang mewakili Kaukus Parlemen Pancasila, sosok Gus Dur adalah putra terbaik dan tokoh dunia berdasarkan pemikiran-pemikiran dan tindakannya yang mencerminkan kepentingan semua umat secara universal.

"Berpulangnya Gus Dur mendapat simpati seluruh penjuru dunia dan tidak terbatas warha Indonesia maupun warga nahdliyin saja. Gus Dur mendapat simpati seluruh lapisan masyarakat serta melintasi batas negara dan sentimen-sentimen primordial berbasis apapun," paparnya.

Tidak heran kalau Kaukus Parlemen Pancasila mendesak pemintah agar memberikan gelar pahlawan kepada Gus Dur. (sam/ant)

Pemasangan Bendera Setengah Tiang Terus Dilakukan
Jumat, 1 Januari 2010 19:51

Pemasangan bendera setengah tiang di Madura, Jawa Timur, hingga Jumat terus dilakukan warga sebagai ungkapan belasungkawa atas wafatnya Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Kali ini pemasangan bendera setengah tiang bukan hanya dilakukan di kantor dan instansi pemerintahan, namun juga dilakukan di rumah warga hingga di pelosok desa.

Salah seorang warga, Muhammad Muhlis, mengatakan, dirinya memasang bendera setengah tiang karena berduka atas wafatnya Gus Dur. Ia menilai, Gus Dur merupakan sosok yang sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat, terutama bagi kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

"Beliau juga merupakan guru dan panutan bagi bangsa Indonesia. Kami mendoakan semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya," kata Muhlis, Jumat.

Muhlis menjelaskan, dirinya bersama para tetangga langsung memasang bendera setengah tiang setelah mendengar Gus Dur wafat, serta ada intruksi dari presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sehingga memasang bendera setengah tiang harus dilakukan oleh rakyat Indonesia.

"Bangsa ini kehilangan salah satu tokoh besar. Gus Dur memang sering bicara yang terkesan ceplas-ceplos, tapi makna yang terkadung dalam pesannya sangat cerdas. Dan yang paling saya ingat salah satu guyonan Gus Dur yakni 'begitu aja repot'," ungkapnya.

Menurut Muhlis, pihaknya tidak hanya memasang bendera setengah tiang, namun juga akan membacakan doa tahlil bersama para tetangga terhadap Gus Dur.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Darul Hikmah, KH Ach Jauhari Aris, mengatakan, bangsa ini merasan kehilangan atas wafatnya Gus Dur. Bahkan, sampai seratus tahun ke depan belum tentu ada penggatinya Gus Dur.

"Saat mendengar wafatnya Gus Dur, kami langsung melaksanakan shalat gaib dan berdoa untuk Gus Dur. Semoga semua amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT," katanya. (ant)

Harus Ada Rehabilitasi Terhadap Gus Dur
Jumat, 1 Januari 2010 02:04

Desakan agar Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional layak dipertimbangan pemerintah. Namun yang lebih penting lagi, harus ada rehabilitasi bahwa Gus Dur jatuh dari kepemimpinan nasional bukan karena kasus tertentu.

"Bagi saya yang lebih penting harus ada rehabilitasi secara serius bahwa Gus Dur jatuh dari kekuasaan bukan karena kasus tertentu. Ini penting untuk pelurusan sejarah," kata Andi Arief, mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), Kamis (31/12).

Menurut Andi, seminggu sebelum Gus Dur diimpeach, dirinya dan sejumlah aktivis PRD seperti Faisol Reza dan Haris Moti, sempat bertemu dengan mantan Ketua Umum PBNU tersebut. Mereka berbincang-bincang di sebuah rumah di Jl Irian, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu Gus Dur yakin posisinya sebagai presiden aman. Sebab menurut Gus Dur, beberapa posisi kunci di TNI dan Polri mendukung dirinya.

"Saya sempat berdebat, sekarang kan era sipil Gus, TNI dan Polri akan menurut apa kata parlemen. Tapi Gus Dur sangat percaya diri, dia bilang tenang saja, sebagian besar (parlemen) masih mendukung dia. Menurutnya tak mungkin ada pengkhianatan," ujar Andi seperti dilansir detik.com.

Namun, sambung Andi, keyakinan Gus Dur itu tidak terbukti. Gus Dur ternyata diimpeach oleh parlemen.

"Gus Dur takzim merenungi kemenangan dan rela menerima kekalahan. Dalam keduanya kita dianugerahi makna demokrasi yang disampaikan dengan indah," kata Andi.

Andi mengaku sangat kehilangan atas kepergian Gus Dur. Namun demikian, dia merasa bersyukur bisa berada di dekat tokoh bangsa itu di saat-saat terakhirnya. Andi masih sempat melihat wajah Gus Dur yang pucat saat dibawa dari lantai 2 menuju lantai 5 gedung Pelayanan Jantung Terpadu RSCM.

"Saya datang bersama Velix Wanggai. Di ruangan saat itu ada Yenny dan suaminya, serta ibu Sinta. Gus Dur adalah pemimpin bangsa yang anti feodalisme dan anti birokratisme, meski dia baru tahap awal karena dilengserkan di tengah jalan," ungkap Andi. (mad)

Makam Gus Dur Terus Didatangi Peziarah
Sabtu, 2 Januari 2010 06:20

Sejak KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dimakiamkan di komplek pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng Jombang pada Kamis (31/12) lalu hingga Jumat (1/1) ribuan peziarah terus mengalir.

Tak jarang di antara peziarah itu menangis dan menitikkan air mata di depan makam Gus Dur dan para sesepuh NU di komplek pemakaman itu. Di sela-sela mereka membaca surat Yasin dan tahlil, ternyata tak sedikit di antara peziarah itu menangis sesunggukan di depan pusara Gus Dur.

Namun selain memanjatkan doa, tak jarang di antara peziarah itu mengambil tanah gundukan di pusara mantan presiden RI ke-4 tersebut. Bukan hanya itu, sejumlah peziarah juga mengambil bunga yang berada di atas makam Gus Dur.

Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengatakan, pihaknya telah memberikan pemahaman yang kepada para peziarah agar tidak berlaku berlebihan di makam. "Jika diteruskan hal itu bisa mengarah kepada kemusyrikan," tegas Gus Sholah.

Selain itu, makam Gus Dur terbuka untuk umum sekalipun almarhum adalah mantan presiden RI ke-4. Makam itu bakal dikelola dan dirawat keluarga besar Gus Dur di Pondok Tebuireng Jombang.

Keluarga besar Gus Dur dan Pondok Tebuireng khawatir jika makam Gus Dur dikelola negara, maka akan ada pembatasan dalam berziarah.

Ke depan, makam mantan ketua umum PBNU itu terbuka untuk rakyat selama-lamanya. Seluruh masyarakat boleh berziarah dan tak pandang bulu. "Semua kalangan bisa mengunjungi makam Gus Dur. Tak akan ada pembatasan. "Karena Gus Dur sudah menjadi milik rakyat Indonesia," tegas Gus Sholah. (ant/sam)

semua kliping diambil dari website resmi PBNU www.nu.or.id

KOMENTAR
3 Januari 2010 16:42:41 nailis syifa' (nely) menulis:
Sosok yang tidak akan pernah tergantikan..
4 Januari 2010 12:06:34 MOH IMRON (IM) menulis:
SELAMAT JALAN PAHLAWANKU, INSPIRASIKU, PEMBERI SEMANGAT BAGIKU. MESKIPUN AKU DARI ORANG KECIL, TAPI ENGKAULAH SALAH SATU YANG MEMBERI SEMANGAT BUAT AKU UNTUK BERJUANG MEMBESARKAN NU SEKUAT-KUATNNYA DENGAN CARA KEMAMPUAN SAYA SENDIRI
5 Januari 2010 08:21:03 sofwan eka kurniawan (sofwan / wawan) menulis:
Gus Dur memang tiada duanya, dan tiada tandingannya di negeri ini, terima kasih atas semua yang kau beri pada kami, Gus...
Hanya Alloh SWT yang tahu balasan yang terbaik untukmu...
10 Januari 2010 02:17:13 latifabdul (latif) menulis:
Semoga ALLAH swt memberikan tepat syurga kpd beliau tanpa di hizab di hari pengadilan ALLAH.

Orang2 yang bertaqwa dia tidak mati, dia hidup di syurga.

.Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (51) [yaitu] di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (52) mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, [duduk] berhadap-hadapan, (53) demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (54) Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman [dari segala kekhawatiran] [3]. (55) mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, (56) sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. QS.44:(57)

Dan semoga juga perjuangan Gus Dur akan dilajutkan oleh orang2 yg benar2 tahu akan perjuangan beliau.

Wassalam
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/424

Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar

« Kembali ke arsip Arus

NU dan Garasinya
15 Maret 2010 20:14:41

Oleh: Dr. KH A. Mustofa Bisri

Keluarga Pak Nuas Waja merupakan keluarga desa yang cukup kaya. Di samping rumah yang besar, keluarga ini memiliki sawah, kebun, peternakan, perahu penangkap ikan, toko serba ada, dan masih ada kekayaan dan usaha yang lain. Keluarga Pak Nuas Waja yang cukup banyak, tidak kesulitan menangani semua harta dan usaha itu, meski pengelolaannya masih secara tradisional. Masing-masing anggota keluarga, sesuai keahliannya diserahi dan bertanggungjawab atas bidang yang dikuasainya. Ini menggarap sawah; ini mengurus kebun; itu menangani toko; itu mengurus peternakan; demikian seterusnya.

Masih ada satu usaha keluarga lagi yang dilakukan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Yaitu, usaha transportasi. Tapi, karena waktu pembagian keuntungan, dirasa kurang adil, akhirnya keluar dan mendirikan usaha transportasi sendiri. Berhubung usaha ini baru bagi mereka, maka diajaknya beberapa personil dari luar yang dianggap mampu dan mengerti seluk-beluk transportasi. Ternyata, usaha baru ini meraih sukses yang luar biasa. Dari empat besar perusahaan transportasi, perusahaan keluarga pak Nuas Waja yang baru ini meraih peringkat ketiga. Dampak dari sukses besar ini, antara lain: personil-personil dari luar yang ikut membantu–atau yang berjanji akan membantu--menangani usaha ini pun menyatakan bergabung total sebagai anggota keluarga. Pak Nuas pun tidak keberatan dan justru senang.

(12 komentar) | Selengkapnya »

Napak Tilas lainnya:
»FID-DUNYA HASANAH WAFIL-AKHIRATI HASANAH (16 Nopember 2009 10:17:04)
»Idul Fitri dan Menjaga Kebersamaan (2 September 2009 10:44:48)
»KEKELOMPOKAN JAHILIYAH (27 Juli 2009 20:11:55)
»Model Ideal Kyai Indonesia (6 Juli 2009 09:55:46)

Login Anggota
Email:
Password:
  
Lupa Password
Daftar Menjadi Anggota
Tentang Komunitas Mata Air

Palung » Galeria

Doctor Honoris Causa Gus Mus


"SK penganugerahan ini tidak akan dicabut;" kata Rektor...

Arsip Palung » Galeria

RIAK » Video

Lihat Detail | Arsip Riak

Jajak Pendapat
Kasus moral dan kesusilaan kembali merebak setelah beredarnya video porno yang mirip artis. Menurut Anda, bagaimanakah peran pemerintah dalam mencegah berulangnya kasus serupa di masa mendatang?
Hukum pelaku penyimpangan moral seberat-beratnya
Berlakukan sensor yang ketat terhadap media massa khususnya internet
Mendorong peran Ormas keagamaan untuk melakukan pembinaan moral masyarakat
Lihat Hasil | Arsip
Kerikil »

Para politisi dan aktivis mengecam pemerintah yang kurang tegas terhadap Malaysia

Betul, betul, betul!

 

© 2005 GusMus.NET. Managed by Komunitas Mata Air. Powered by TRANSFORMATIKA.