Gus Mus: PKB Harus Islah 28 Januari 2010 06:58:21 | Share
Deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KHA Mustofa Bisri (Gus Mus) menilai islah di antara para petinggi PKB yang sedang berseteru seharusnya menjadi tangungjawab mereka yang berkepentingan. Namun selaku deklarator, Gus Mus menghimbau agar kubu-kubu yang sedang berseberangan dapat berislah kembali.
"Deklarator hanya bertugas mengumumkan sampai ada muktamar. Soal islah, kita hanya menghimbau. Kalau ingin menjadi partai aspiratif ya harus islah," kata Gus Mus yang juga Mustasyar (Penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini di Surabaya, Selasa ((26/1).
Menurut Gus Mus, kini dirinya merasa menjadi orang luar, sehingga hanya dapat mengajukan saran dan usul. Sehingga jika para pengurus yang merasa tidak terjadi apa-apa, dirinya tidak dapat berbuat banyak.
Demikian dinyatakan Gus Mus seusai bersilaturrahim bersama keluarga dengan KH Muchit Muzadi yang juga salah seorang deklarator PKB, bersama keluarga di Surabaya.
"Saya dan kiai Muchit hanya mengusulkan dan menyarankan. Jika mereka berpendapat PKB adalah wadah penyalur aspirasi politik warga NU untuk berkhidmat di bidang politik, ya islah saja," katanya. (min/nuonline)
KOMENTAR
Ah. Samsul Bachri (samsul/bachri) menulis: islah solusi paling tepat, jika PKB mau maju.
hizbullah qibth ova (qibth ova) menulis: Assalamu alaikum gus. Saya terharu dengan apa yang disampaikan Gus. Begitu kejamkah "politik" kepentingan itu, sehingga "siyasah moral" terpinggirkan. Ya Allah. Semoga Gus, dan KH Muchit Muzadi diberi panjang umur, dan PKB bisa islah... Amin.
hizbullah qibth ova (qibth ova) menulis: Assalamu alaikum Gus. Saya betul-betul terharu terhadap apa yang Gus sampaikan. Begitu kejamkah "politik kepentingan" sehingga meminggirkan "siyasah moral". Ya Allah... Semoga GusMus dan KH Muchit Muzadi panjang umur, dan PKB islah sebagaimana yg diharapkan kedua beliau.... Amin.
hizbullah qibth ova (qibth ova) menulis: Assalamu alaikum Gus. Saya betul-betul terharu terhadap apa yang Gus sampaikan. Begitu kejamkah "politik kepentingan" sehingga meminggirkan "siyasah moral". Ya Allah... Semoga GusMus dan KH Muchit Muzadi panjang umur, dan PKB islah sebagaimana yg diharapkan kedua beliau.... Amin.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Keluarga Pak Nuas Waja merupakan keluarga desa yang cukup kaya. Di samping rumah yang besar, keluarga ini memiliki sawah, kebun, peternakan, perahu penangkap ikan, toko serba ada, dan masih ada kekayaan dan usaha yang lain. Keluarga Pak Nuas Waja yang cukup banyak, tidak kesulitan menangani semua harta dan usaha itu, meski pengelolaannya masih secara tradisional. Masing-masing anggota keluarga, sesuai keahliannya diserahi dan bertanggungjawab atas bidang yang dikuasainya. Ini menggarap sawah; ini mengurus kebun; itu menangani toko; itu mengurus peternakan; demikian seterusnya.
Masih ada satu usaha keluarga lagi yang dilakukan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Yaitu, usaha transportasi. Tapi, karena waktu pembagian keuntungan, dirasa kurang adil, akhirnya keluar dan mendirikan usaha transportasi sendiri. Berhubung usaha ini baru bagi mereka, maka diajaknya beberapa personil dari luar yang dianggap mampu dan mengerti seluk-beluk transportasi. Ternyata, usaha baru ini meraih sukses yang luar biasa. Dari empat besar perusahaan transportasi, perusahaan keluarga pak Nuas Waja yang baru ini meraih peringkat ketiga. Dampak dari sukses besar ini, antara lain: personil-personil dari luar yang ikut membantu–atau yang berjanji akan membantu--menangani usaha ini pun menyatakan bergabung total sebagai anggota keluarga. Pak Nuas pun tidak keberatan dan justru senang.