Maulid Nabi dan Haul Masyayikh 1431 H di Rembang 4 Februari 2010 15:32:57 | Share
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyayikh tahun 1431 H, Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang akan mengadakan rangkaian acara dari 18-19 Februari 2010. Acara yang akan digelar antara lain Tahtiman, Temu Alumni, Tahlil Umum dan Pengajian Umum.
Berikut rincian jadwal acara:
1. Tahtiman, Kamis 18 February 2010 pukul 19.30 (Ba'da Isya) di Maqbaroh Kabongan Kidul - Rembang.
2. Temu Alumni, Kamis 18 February 2010 pukul 20.00 di Aula Utama PP Raudlatut Thalibin - Rembang
3. Tahlil Umum, Jumat 19 February 2010 pukul 15.00 (Ba'da Ashar) di Maqbaroh Kabongan Kidul - Rembang bersama KH Maimun Zubair
4. Pengajian Umum, Jumat 19 February 2010 pukul 19.30 (Ba'da Isya) di PP Raudlatut Thalibin - Rembang bersama KH Prof. Dr. Said Aqil Siradj dan KH. M. Irfan Sholeh
KOMENTAR
Saefuddin Hamzah (Uu) menulis: Semoga acara haul berjalan dengan sukses dan Pesantren Raudlatut Tholibin mendapatkan keberkahan
Muhammad ichsan (Ichsan) menulis: semoga sukses full dan Allah menjadikan Gus Mus sbg rois syuriah amiin...
M. Kholison (Sony) menulis: Mudah-mudahan acaranya berjalan dengan sukses dan selalu dalam lindungan Allah, amin..
sofwan eka kurniawan (sofwan / wawan) menulis: semoga sukses, da membawa manfaat bagi ummat dan bangsa ini, amiiinn
Moch.Zainal abidin (mas pitik) menulis: selamat & sukses aja gus...
insyaallah kalo bisa sya usahakan hadir
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Keluarga Pak Nuas Waja merupakan keluarga desa yang cukup kaya. Di samping rumah yang besar, keluarga ini memiliki sawah, kebun, peternakan, perahu penangkap ikan, toko serba ada, dan masih ada kekayaan dan usaha yang lain. Keluarga Pak Nuas Waja yang cukup banyak, tidak kesulitan menangani semua harta dan usaha itu, meski pengelolaannya masih secara tradisional. Masing-masing anggota keluarga, sesuai keahliannya diserahi dan bertanggungjawab atas bidang yang dikuasainya. Ini menggarap sawah; ini mengurus kebun; itu menangani toko; itu mengurus peternakan; demikian seterusnya.
Masih ada satu usaha keluarga lagi yang dilakukan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Yaitu, usaha transportasi. Tapi, karena waktu pembagian keuntungan, dirasa kurang adil, akhirnya keluar dan mendirikan usaha transportasi sendiri. Berhubung usaha ini baru bagi mereka, maka diajaknya beberapa personil dari luar yang dianggap mampu dan mengerti seluk-beluk transportasi. Ternyata, usaha baru ini meraih sukses yang luar biasa. Dari empat besar perusahaan transportasi, perusahaan keluarga pak Nuas Waja yang baru ini meraih peringkat ketiga. Dampak dari sukses besar ini, antara lain: personil-personil dari luar yang ikut membantu–atau yang berjanji akan membantu--menangani usaha ini pun menyatakan bergabung total sebagai anggota keluarga. Pak Nuas pun tidak keberatan dan justru senang.