Edisi 29 "Indahnya Syawalan" 30 September 2009 11:37:33 | Share
Tak terasa Ramadhan yang penuh berkah telah kita lalui bersama datangnya hari fitri yang menjadi simbolisasi "kelahiran kembali". Stadium ini kita ewati setelah melewati latihan fisik dan batin melalui puasa selama sebulan penuh. Dalam suasana syawalan ini, apa yang bisa kita rasakan barangkali adalah tekad yang makin membara untuk menggapai kesempurnaan sikap dan langkah kita ke depan. Di edisi ini, kami menghadirkan tema tentang serba-serbi syawalan. Intinya adalah kami berkeinginan menguak hikmah di balik tradisi syawalan yang sudah berurat berakar di masyarakat kita. Selain membahasa tentang tradisi syawalan, kami juga tetap menghadirkan rubrik menarik seperti Semesta Qur'an Prof. Dr. Quraish Shihab, Ruang Ratih dan lain-lain.
Jangan sampai ketinggalan edisi ini. Dapatkan majalah MataAir di toko buku Gramedia se-DKI Jakarta. Atau hubungi bagian pemasaran kami di 021-8297329 atau SMS di 081319333151
KOMENTAR
Belum ada komentar untuk tulisan ini
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Keluarga Pak Nuas Waja merupakan keluarga desa yang cukup kaya. Di samping rumah yang besar, keluarga ini memiliki sawah, kebun, peternakan, perahu penangkap ikan, toko serba ada, dan masih ada kekayaan dan usaha yang lain. Keluarga Pak Nuas Waja yang cukup banyak, tidak kesulitan menangani semua harta dan usaha itu, meski pengelolaannya masih secara tradisional. Masing-masing anggota keluarga, sesuai keahliannya diserahi dan bertanggungjawab atas bidang yang dikuasainya. Ini menggarap sawah; ini mengurus kebun; itu menangani toko; itu mengurus peternakan; demikian seterusnya.
Masih ada satu usaha keluarga lagi yang dilakukan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Yaitu, usaha transportasi. Tapi, karena waktu pembagian keuntungan, dirasa kurang adil, akhirnya keluar dan mendirikan usaha transportasi sendiri. Berhubung usaha ini baru bagi mereka, maka diajaknya beberapa personil dari luar yang dianggap mampu dan mengerti seluk-beluk transportasi. Ternyata, usaha baru ini meraih sukses yang luar biasa. Dari empat besar perusahaan transportasi, perusahaan keluarga pak Nuas Waja yang baru ini meraih peringkat ketiga. Dampak dari sukses besar ini, antara lain: personil-personil dari luar yang ikut membantu–atau yang berjanji akan membantu--menangani usaha ini pun menyatakan bergabung total sebagai anggota keluarga. Pak Nuas pun tidak keberatan dan justru senang.