Diterbangkan Takdir


Oleh: KH A Mustofa Bisri

diterbangkan takdir aku sampai negeri-negeri beku
wajah-wajah dingin bagai mesin
menyambutku tanpa menyapa
kutelusuri lorong-lorong sejarah
hingga kakiku kaku
untung teduh wajahmu
memberiku istirah
hangat matamu
mendamaikan resahku
maka kulihat bunga-bunga sebelum musimnya
gemuruh mesin terdengar bagai air terjun
dan guguran daun-daun
meruap aroma dusun
maka dengan sendirinya
kusebut namamu
dan terus kusebut namamu
aku ingin kasih,
melanjutkan langkahku.


Gelisahku


Oleh: KH A Mustofa Bisri

gelisahku adalah gelisah purba
adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu
kapan akan kembali
bukan sorga benar yang kusesali karena harus kutinggalkan
namun ngungunku mengapa kau tinggalkan
aku sendiri
sesalku karena aku mengabaikan kasihmu yang agung
dan dalam kembaraku di mana kuperoleh lagi kasih
sepersejuta saja kasihmu
jauh darimu semakin mendekatkanku kepadamu
cukup sekali, kekasih
tak lagi,
tak lagi sejenak pun
aku berpaling
biarlah gelisahku jadi dzikirku


Negeri Kekeluargaan



Oleh: KH A Mustofa Bisri


meski kalian tidak bersaksi

sejarah pasti akan mencatat dengan huruf-huruf besar

bukan karena inilah

negeri bagai zamrud yang amat indah

bukan karena inilah

negeri dengan kekayaan yang melimpah

dan rakyat paling ramah

tapi karena kalian telah membuatnya

menjadi negeri paling unik di dunia

kalian buat norma-norma sendiri yang unik

aturan-aturan sendiri yang unik

perilaku-perilaku sosial sendiri yang unik

budaya yang lain dari yang lain

kalian buat bangsa negeri ini

tampil beda dari bangsa-bangsa lain di muka bumi

kehidupan penuh makna kekeluargaan

yang harmonis, seragam dan serasi

dengan demokrasi keluarga

yang manis, rukun dan damai

dalam sistem negeri kekeluargaan

bapak sebagai kepala rumahtangga

memimpin dan mengatur segalanya

sampai akhir hayatnya

bagi kepentingan keluarganya

kepentingan keluarga adalah kepentingan semua

kepentingan keluarga adalah kepentingan bangsa dan negara

keluarga harus sejahtera

dan semua harus mensejahterakan keluarga

demi kesejahteraan dan kemakmuran keluarga

kepala keluarga berhak menentukan

siapa-siapa termasuk keluarga

berhak memutuskan dan membatalkan keputusan

berhak mengatasnamakan siapa saja

berhak mengumumkan dan menyembunyikan apa saja

kepala keluarga demi keluarga

berhak atas laut dan dan udara

berhak atas air dan tanah

berhak atas sawah dan ladang

berhak atas hutan dan padang

berhak atas manuasia dan binatang

sejarah pasti akan menulis dengan huruf-huruf besar

bahwa di suatu kurun waktu yang lama

pernah ada negeri kekeluargaan

yang sukses membina dan mempertahankan

kemakmuran dan kebahagiaan keluarga