Negeri Haha Hihi

Oleh: KH A Mustofa Bisri

Bukan karena banyaknya grup lawak, 
maka negriku selalu kocak
Justru grup – grup lawak hanya mengganggu 
dan banyak yang bikin muak
Negeriku lucu, dan para pemimpinnya suka mengocok perut

Banyak yang terus pamer kebodohan 
dengan keangkuhan yang menggelikan
Banyak yang terur pamer keberanian 
dengan kebodohan yang mengharukan
Banyak yang terus pamer kekerdilan 
dengan teriakan yang memilukan
Banyak yang terus pamer kepengecutan 
dengan lagak yang memuakkan. Ha ha ...

Penegak keadilan jalannya miring 
Penuntut keadilan kepalanya pusing
Hakim main mata dengan maling
Wakil rakyat baunya pesing. Hi hi ...

Kalian jual janji – janji 
untuk menebus kepentingan sendiri
Kalian hafal pepatah-petitih 
untuk mengelabui mereka yang tertindih
Pepatah petitih, ha ha ...

Anjing menggonggong kafilah berlalu, 
Sambil menggonggong kalian terus berlalu 

Ha ha, hi hi ...
Ada udang dibalik batu, 
Otaknya udang kepalanya batu 
Ha ha, hi hi
Sekali dayung dua pulau terlampaui 
Sekali untung dua pulau terbeli 
Ha ha, hi hi
Gajah mati meninggalkan gading
Harimau mati meninggalkan belang
kalian mati meninggalkan hutang 
Ha ha, hi hi
Hujan emas dinegeri orang, hujan batu dinegri sendiri,
Lebih baik yuk hujan – hujanan caci maki.
Ha ha, hi hi


Merata

Oleh: KH A Mustofa Bisri

hujan merata
kemarau merata
dingin merata
panas merata
kebodohan merata
narkoba merata
maksiat merata
korupsi merata
keangkuhan merata
kemiskinan merata
kekerasan merata
kebencian merata

bencana merata


Negeri Sulapan


Oleh: KH. A Mustofa Bisri

pulang dari negeri kecil di timur tengah
dengan kagum kang sobari bercerita bak alfu-lailah-walailah
tentang tanah gersang yang disulap
menjadi taman sari yang asrioleh orang-orang badui
tentang bangsa nomad
yang menjadi majikan terhormat
luar biasa, dahsyat!

masih kalah dengan kita disini, kataku
disini sorga
disulap sekejap menjadi neraka
raja-raja adiguna
menjadi budak-budak hina-hina
zamrud katulistiwa
menjadi tinja dimana-mana